love is blind…

From:
Date: Saturday, July 23, 2005 2:04:00 PM
Subject: cinta itu buta
Message: seseorang mengirimkan kisah ini….

Pada masa dulu, sebelum dunia diciptakan seperti
yang kita kenal sekarang, dan manusia belum lagi
menginjakkan kakinya di sana, semua sifat
kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah
dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak
dilakukan.

Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa lebih
bosan lagi daripada sebelumnya, sampaiketika
Kecerdikan mengemukakan usul :"Mari kita
bermain petak umpet." Mereka semua menyukai
ide tsb, dan secara tiba2 Madness/Kegilaan
berteriak: "Aku ingin menghitung, biar aku saja
yang menghitung!"

Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk ingin
mencari kegilaan, semua yang lain setuju saja.
Kegilaan segera bersandar kepohon dan mulai
menghitung, "Satu, dua, tiga…"

Sementara Kegilaan menghitung, semua sifat
kebaikan dan kejahatan tsb bersembunyi.
Kelembutan menggantung dirinya di ujung bulan,
Pengkhianatan bersembunyi di tumpukan sampah.
Kasih sayang bergulung di antara awan, dan Nafsu
Kegairahan pergi ke tengah2 bumi. Kebohongan
berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi
ternyata justru bersembunyi di dasar danau.
Sementara itu, Ketamakan masuk ke dalam
kantung yang kemudian ternyata dirobeknya
karena kantung itu dirasanya tidak nyaman.

Dan Kegilaan masih terus menghitung, "Tujuh
puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh
satu…" Ketika itu, semua sifat tsb telah
bersembunyi — kecuali Cinta. Seperti Keragu-
raguan, demikianlah cinta, dia tak bisa
memutuskan kemana harus bersembunyi.

Dan ini tentu tidak mengejutkan karena kita semua
tahu betapa sulitnya menyembunyikan cinta. Pada
saat Kegilaan sampai pada hitungan ke-99, Cinta
segeramelompat bersembunyi ke kebun bunga
Mawar. Dan dengan bersemangat Kegilaanberbalik
dan berteriak, "Bersiaplah, ini aku datang! Akan
kutemukan kalian semua"

Kemalasan adalah yang pertama ditemukan,
karena dia bahkan tidak punya energi untuk
mencoba bersembunyi, disusul oleh Keragu-
raguan, yang masih mondar-mandir karena tak
tahu ke mana harus sembunyi.

Kemudian, secara hampir beruntun Kegilaan
segera menemukan Kelembutan di ujung bulan,
Kebohongan didasar danau dan Gairah di tengah2
bumi. Satu persatu Kegilaanmenemukan mereka
semua, kecuali lagi2 Cinta. Kegilaan mulai
menjadi semakin gila, karena putus asa untuk
menemukan Cinta.

Tapi Kecemburuan yang iri pada Cinta yang belum
juga ditemukan, berbisik pada Kegilaan, "Kau
hanya perlu mencariCinta, dan dia bersembunyi di
semak bunga Mawar." Kegilaan mengambil garpu
taman dan menusuk2annya serampangan kearah
semak Mawar. Dia terus menusuk2 sampai
terdengar suara tangis memilukan yang
membuatnya berhenti. Cinta keluar dari
persembunyiannya sambil menutupmukanya
dengan tangan. Di antara jari2nya mengalir darah
segar yang ternyata berasal dari kedua belah
matanya.

Kegilaan yang terlalu bersemangat untuk
menemukan Cinta, tanpa sengaja telah
melukaimata dari Cinta. "Apa yang telah
kulakukan!" teriaknya menyesal. "Aku telah
membuatmu buta! Bagaimana aku harus
memperbaikinya?" Cinta menjawab, "Kau tak
mungkin memperbaikinya. Tapi kalau kamu
bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa
menjadi penuntunku."

Dan semenjak itulah, Cinta itu buta namun dia
bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu
didampingi oleh Kegilaan.

5 Responses to “love is blind…”

  1. Aditya Says:

    Percakapan Antara Filso Dan Sastro

    F:Aku berpikir mengenai Tuhan,manusia dan alam benda aku semakin bingung

    S : Kenapa , kamu bingung toh manusia dapat bernyanyi melantukan merdunya suara-sura langit

    F : Suara-suara langit ???
    langit itu khan hanyalah kilasan materi yang tidak bisa berbuat apa-apa

    S: Siapa bilang, mas….
    itu karena kamu lagi terbuai oleh empirisme

    F : itupun tidak rasional kurasa

    S: Tidakkah dapat kau rasakan betapa indahnya deburan ombak dan kicau burung

    F :ooo tentu saja

    S : Nah dari situ lah aku mendengar dan mendapatkan banyak hikayat

    F : Aku semakin penasaran saja dengan ini, kau bilang , bahwa langit dapat berbicara dan tentunya dapat berkhotbah atas kitaa ????

    S : YAaa bahkan berkhotbah

    F : Hmmmm , aku pikir-pikir dulu hakekatnya

    Beberapa hari kemudian
    S:Aku sekarang telah kehabisan kata-kata , padahal setiap hari aku mendengar alam saling berbincang-bincang tentang realita

    F : Realita itu adanya dalam kesadran kita, kalau kita tidak sadar , bagaimana mungkin kita ada dalam realita

    S: TApi aku butuh , kata-kata untuk menanggapi perkataannya

    F: apakah kau pernah menyentuh alam kesadaran manusia???

    S: hanya sedikit sekali sih

    F : Nah sejak dahulu alamku adalah alam kesadaran manusia, dan kamu toh kalaupun masuk kedalam manusia lebih kepada hasrat, keindahan dan lain-lain.TApi pernahkah kamu melihat kegetiran… betul-betul sebagai kegetiran???

    S: saya sering melakukan hal itu.

    F: Ahhh omong kosong. YAng kau lakukan adalah memperindah kegetiran itu dalam bingkai kata-kata yang manis.Cobalah untuk getir sesekali

    S: Berarti aku perlu sebuah media lain , untuk betul-betul merasakan kegetiran dahulu. baru bisa berkata lebih lanjut.

    F: YAaa dan tentunya terkadang ucapan yang paling agung itu adalah tindakan

    Sastro termenungdan kemudian
    S: Filso ayo kita jalan sama-sama.

    sejak itu mereka selalu berduet sebagai sepasang kekasih. Filso berpikir dalam-dalam hingga menggetarkan jiwa yang bergejolak dalam setiap dimensi kesadarannya

    dan sastro menyanyikan lagu kegetiran dan kesadaran yang membuka kesadaran jiwa yang amat dahsyat

    HAsil persetubuhan itu melahirkan dua orang anak yang bernama PSikosufi yang terbuang oleh realita dan diasuh idealita sedangkan lainnya adalah empiriopsiko yang diperbudak realita selama-lamanya

  2. Aditya Says:

    Diambil dari Bulletin Fs yg dikirimkan oleh seorang teman (thx ya Hardi…)

    Tersebutlah, di suatu pulau kecil, tinggallah
    berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta,
    Kesedihan, kekayaan, Kegembiraan dan
    sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan
    baik.
    Namun, suatu ketika, datang badai menghempas
    dan air laut tiba-tiba naik dan akan
    menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau
    cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
    Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat
    berenang dan tidak mempunyai perahu. Ia berdiri di
    tepi pantai mencoba mencari pertolongan.
    Sementara itu air makin naik membasahi kaki
    Cinta.
    Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang
    mengayuh perahu.
    “Kekayaan ! Kekayaan ! Tolong aku !” teriak Cinta.
    “Aduh ! Maaf Cinta !” kata Kekayaan,”Perahuku
    telah penuh dengan harta bendaku. Aku tidak
    dapat membawamu serta, nanti perahu ini
    tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di
    perahu ini.”
    Lalu Kekayaan cepat-cepat mengayuh perahunya
    pergi.
    Cinta sedih sekali, namun kemudian dilihatnya
    Kegembiraan lewat dengan perahunya.
    “Kegembiraan! Tolong aku!”, teriak Cinta. Namun
    Kegembiraan terlalu gembira karena ia
    menemukan perahu sehingga ia tak mendengar
    teriakan Cinta.
    Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke
    pinggang. la kian panik.
    Tak lama lewatlah Kecantikan. “Kecantikan!
    Bawalah aku bersamamu!”, teriak Cinta.
    “Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa
    membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku
    yang indah ini,” sahut Kecantikan.
    Cinta sedih sekali mendengarnya. la mulai
    menangis terisak-isak.
    Saat itu lewatlah Kesedihan. “Oh, Kesedihan,
    bawalah aku bersamamu,” kata Cinta.
    “Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin
    Sendirian saja…” kata Kesedihan sambil terus
    mengayuh perahu.
    Cinta putus asa. la merasakan air makin naik dan
    akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah
    tiba-tiba terdengar suara,
    “Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!”
    Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat
    seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat Cinta
    naik ke perahu itu, tepat sebelum air
    menenggelamkannya.
    Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta
    dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta
    sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui
    siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. Cinta
    segera menanyakannya kepada seorang penduduk
    tua di pulau itu, siapa sebenarnya lelaki tua tadi.
    “Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu.” kata
    orang itu.
    “Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak
    mengenalnya.
    Bahkan teman-teman yang mengenalku pun
    enggan menolongku” tanya Cinta heran.
    ‘Sebab,” kata orang itu,
    “hanya Waktu-Iah yang tahu berapa nilai
    sesungguhnya dari Cinta itu”
    (From temannya Tommy, Fikri Stats 98 )

  3. Dita Says:

    cinta membuat waktu cepat berlalu, waktu membuat cinta cepat berlalu.

    (diambil dari kutipan pepatah dalam Tuhan Tiri karya Agus Wahyudi)

  4. aivieeee-ffha Says:

    sebuah chitchat nyata antara 2 makhluk…
    how do u feel, diet?

  5. Dita Says:

    bukan percakapan nyata, tapi percakapan maya, fha!

    perasaanku? yah… seneng lah ada yang nanggepin tulisanku.. hehehe

Leave a Reply